Selasa, 27 Agustus 2013

Manajemen Keuangan Masjid

Secara tradisional, aliran dana ke masjid didapatkan dari hasil bakul jumat atau sedekah jamaah. Namun, mengandalkan income dari dua pos itu niscaya jauh dari memadai.
Cara mengumpulkan dana

1. Mengadakan Bazaar (pasar amal)
2. Mengadakan pertunjukan
3. Menjual kalender Hijriyah
4. Lelang bahan bangunan masjd
Cara-cara tersebut diatas, bila diterapkan dengan system administrasi yang baik, Insya Allah akan dapat membantu pengurus atau panitia merekrut dana pembangunan masjid. Hanya saja, semua bentuk kegiatan itu memang memerlukan modal untuk bisa berjalan. Prasyarat modal tersebut bersifat mutlak.
Sumber Dana Masjid
a) Donator Tetap.
b) Donatur Tidak Tetap.
c) Donator Bebas.
Menggerakan Dana Masjid
Penangggulangan atas biaya-biaya yang timbul merupakan tanggung jawab pengurus bersama-sama jamaah masjid.
1. Pendekatan.
2. Kegiatan Yang Jelas.
3. Pengurus Yang dipercaya.
Pengelolaan Dana dan Pertanggungjawaban Keuangan Masjid
Setiap pengurus masjid diharapkan mampu menyusun laporan keuangan. Sekurang-kurangnya mencatat dengan jelas darimana uang masuk, dan penggunaan dana. Pengurus yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya tentunya tidak akan melalaikan tugasnya. Akan tetapi jika pengelolaan keuangan masjid adalah orang-orang yang tidak dapat dipercaya, maka pengelolaan keuangan masjid tidak dapat dilaksanakan secara baik.

Sumber : Banyak Membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...